6 Faktor Penyebab Blender Cepat Rusak

Di era modern seperti sekarang, semua orang membutuhkan sesuatu yang praktis. Sebab dari kepraktisan inilah kehidupan kita akan berjalan jauh lebih mudah. Contohnya dalam membuat bumbu masakan. Dahulu kala orang-orang menggunakan cobek untuk menghaluskan bumbu. Akibatnya dibutuhkan tenaga ekstra dan waktu yang cukup lama. Namun sekarang kehidupan berubah setelah ditemukannya blender. Blender membuat proses menghaluskan bumbu menjadi jauh lebih mudah dan praktis.

Karena kita tidak bisa hidup tanpa makanan dan makanan tidak terasa lezat tanpa adanya bumbu yang ditambahkan, maka kita pun memiliki blender di rumah. Boleh dibilang kalau blender merupakan alat elektronik yang sangat penting. Apalagi jika Anda terbiasa memasak sendiri, Anda bisa menggunakan blender berkali-kali dalam waktu sehari. Nah, kalau Anda tidak mau blender tersebut cepat mengalami kerusakan, Anda harus merawatnya dengan baik. Caranya yaitu memastikan Anda tidak melakukan kesalahan saat mengoperasikannya.

faktor-penyebab-blender-rusak.jpg

Lantas apa saja sih faktor-faktor yang bisa menyebabkan blender mengalami kerusakan?

  1. Memasukkan Bahan Terlalu Banyak

Ini adalah kesalahan yang paling banyak dilakukan. Karena ingin cepat menyelesaikan pekerjaan menghaluskan bumbu, pada akhirnya semua bahan ini dimasukkan tanpa pikir panjang. Pada awalnya blender memang dapat bekerja. Mesin menggerakkan mata pisau untuk mencincang bahan. Namun selanjutnya mesin akan tersendat-sendat dan berhenti total. Jadi Anda jangan pernah melakukannya lagi.

  1. Membiarkan Bahan dalam Kondisi Kering

Kesalahan selanjutnya ialah menggunakan blender untuk menghaluskan bahan-bahan yang kering. Maksudnya yaitu Anda sama sekali tidak menambahkan cairan ke dalam blender. Untuk blender yang kualitasnya super bagus, hal ini memang tidak masalah. Namun jika blender Anda memiliki kualitas yang standar, maka kemungkinan besar akan mengalami kerusakan. Sebaiknya Anda menambahkan air atau minyak goreng ke dalam blender.

  1. Menggunakan untuk Mencincang Bahan Keras

Ada banyak sekali rempah-rempah yang biasa kita gunakan sebagai bumbu masakan. Beberapa di antaranya memiliki tekstur yang lembut. Namun tak sedikit pula rempah-rempah tersebut mempunyai tekstur yang sangat keras. Misalnya seperti jahe, kunyit, laos, dan kencur. Jangan pernah mencincang rempah-rempah ini saat ukurannya masih utuh. Anda harus memotongnya menjadi kecil atau menggeprek terlebih dulu.

  1. Memakai Blender untuk Menghaluskan Daging

Blender seyogianya merupakan perangkat elektronik yang diperuntukkan untuk menghaluskan rempah-rempah, buah-buahan, dan sayur-mayur. Blender bukan alat untuk menghaluskan daging. Anda tidak boleh menggunakannya untuk mencincang daging, entah itu daging ayam atau daging sapi. Tekstur daging yang keras dan kenyal akan memaksa blender bekerja keras sehingga lebih cepat rusak.

  1. Jarang Membersihkan Blender

Kalau ingin blender yang Anda miliki, Anda wajib merawatnya dengan sepenuh hati. Minimal setiap kali selesai digunakan, Anda perlu membersihkannya. Sebab sisa-sisa bahan yang diblender jika dibiarkan akan berubah menjadi noda yang membandel. Tidak menutup kemungkinan juga ada sisa berupa serat panjang yang dapat menahan gerakan mata pisau. Akibatnya kinerja blender pun mengalami kendala.

  1. Mengetuk atau Menggoyang-goyang Blender

Beberapa orang percaya bahwa dengan mengetuk atau menggoyang-goyangkan blender akan membuat proses penghalusan menjadi lebih cepat. Padahal anggapan ini salah besar. Justru sebaliknya, blender yang sering diketuk-ketuk atau digoyang-goyangkan pada saat proses penghalusan bahan sedang berlangsung akan memicu terjadinya  kerusakan permanen. Hal ini bisa terjadi akibat korsleting listrik atau terlepasnya salah satu komponen elektronika di dalam blender.