Cara Merawat Lampu Emergency agar Awet dan Tak Mudah Rusak

Anda sebaiknya mempunyai paling tidak satu unit lampu emergency di rumah untuk berjaga-jaga dalam keadaan yang darurat. Mengingat kondisi listrik di Indonesia masih belum terlalu stabil, kasus mati lampu bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tentunya sangat menyebalkan kalau kasus ini terjadi pada malam hari. Kehidupan Anda bakal kembali seperti zaman dahulu sebelum ditemukannya lampu. Semuanya gelap gulita. Namun dengan adanya lampu emergency, masalah ini dapat teratasi.

Lampu emergency bekerja layaknya lampu biasa. Perbedaannya hanya terletak pada sumber energi listrik lampu ini, di mana lampu emergency menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya. Untungnya lampu emergency memakai baterai berjenis rechargeable sehingga dapat diisi ulang. Saat baterai ini sudah habis tenaganya, Anda tinggal mengecas untuk mengisi dayanya lagi. Biasanya lampu emergency juga memakai lampu yang berjenis lampu LED sehingga lebih hemat energi.

cara-merawat-lampu-emergency.jpg

Agar lampu emergency yang Anda miliki lebih awet dan tidak cepat rusak, kami akan berbagi tips dan trik dalam merawatnya!

  1. Langsung Isi Lampu yang Masih Baru

Lampu emergency yang baru Anda beli tidak boleh langsung dinyalakan. Mungkin untuk sekadar mencobanya sekali dua kali masih boleh. Tetapi jangan langsung menyalakannya sampai berjam-jam. Mengapa? Sebab energi listrik yang tersimpan di dalam lampu tersebut masih sedikit. Pihak produsen sengaja mengisinya sedikit agar pembeli bisa mencoba menyalakan lampu emergency ini ketika hendak membelinya. Sebaiknya Anda segera mengecas lampu yang baru Anda beli agar terisi daya listrik yang memadai. Waktu charging biasanya sekitar 6-8 jam.

  1. Lakukan Charging Sampai Baterai Penuh

Cara yang paling mendasar dalam merawat lampu emergency yaitu mengisi energi listrik ke lampu ini melalui proses charging. Anda harus mengisinya sampai baterai di dalam lampu ini terisi penuh. Biasanya dibutuhkan waktu sekitar 6-8 jam untuk mengecharge lampu emergency dari keadaan kosong sampai benar-benar penuh. Jangan pernah melepas charger saat baterai belum penuh karena dapat merusak baterainya. Ketika baterai di lampu emergency sudah penuh, biasanya lampu indikator charging akan mati sendiri.

  1. Jangan Charging Saat Baterai Belum Habis

Selain tak boleh melepas charger pada saat baterai belum terisi penuh oleh listrik, Anda pun tidak boleh mengecas lampu emergency ini ketika daya listrik di dalam baterainya masih ada banyak. Jangan pernah mengecharge lampu emergency yang masih memiliki cukup banyak energi listrik karena dapat merusak baterai di dalamnya. Ibarat ember yang terus diisi air terus-menerus meski sudah dipenuhi air, lama-kelamaan airnya pun akan meluber. Jadi lakukan charging hanya ketika listrik di lampu ini sudah hampir habis. Tandanya yaitu lampu tidak menyala atau nyalanya sangat redup.

  1. Rutin Charging Jika Lampu Disimpan Lama

Sesuai namanya, lampu emergency hanya digunakan dalam kondisi darurat saja. Saat mati lampu misalnya. Karena tidak dinyalakan setiap hari, lampu emergency lebih sering disimpan daripada digunakan. Anda mungkin hanya akan menyalakannya ketika terjadi pemadaman listrik di malam hari saja. Namun Anda harus mengetahui bahwa energi listrik yang ada di dalam baterai lampu emergency bisa habis sendiri secara perlahan-lahan meskipun tidak digunakan. Oleh sebab itu, lampu yang tidak dinyalakan selama lebih dari 2 bulan berturut-turut sebaiknya segera dicas kembali sampai penuh.

  1. Jangan Pasang Charger Terus-Menerus

Ingat, lakukan proses charging hanya saat baterai lampu emergency sudah habis dan segera Anda cabut charger-nya ketika baterai tersebut telah terisi penuh oleh listrik. Charger tidak boleh terus terpasang ke lampu emergency sebab baterainya bisa mengalami soak. Hal ini disebabkan oleh energi listrik yang terus mengalir ke dalam baterai akhirnya menjebol sel-sel elektrik yang ada di dalam baterai. Jika sel-sel elektrik ini sudah rusak, baterai bahkan tidak mampu menyimpan listrik sama sekali. Lampu emergency Anda tak ubahnya seperti lampu biasa.

  1. Aturlah Tingkat Kecerahan Cahaya Lampunya

Hendaknya Anda memilih produk lampu emergency yang dilengkapi dengan dimmer. Dimmer ini sangat berguna untuk mengontrol konsumsi listrik pada lampu serta mengatur tingkat kecerahan cahaya yang dihasilkan. Dengan menggunakan dimmer, Anda bisa mengontrol sesuka hati apakah lampu akan dibuat menyala terang atau agak redup. Dengan konsumsi listrik yang terkontrol, maka kesehatan baterai di dalamnya lebih terjaga dan tidak gampang rusak. Anda bisa membeli lampu emergency yang dilengkapi dimmer di www.alatperabotan.com.

  1. Gantilah Lampu Kalau Sudah Gosong

Lampu emergency tidak selalu menggunakan lampu LED. Beberapa produk lampu ada pula yang memakai lampu TL atau lampu neon. Memang benar kalau lampu TL mampu menghasilkan sinar yang lebih cerah daripada lampu LED, tetapi lampu ini lebih boros listrik. Kalau Anda memakai lampu emergency dengan lampu TL, ujung lampu ini biasanya akan menghitam kalau kondisinya akan segera rusak. Jadi Anda harus cepat mengganti lampunya ketika ujung lampu ini sudah nampak gosong.