Inilah Perbedaan Sabun Lunak dan Sabun Keras

Apakah perbedaan antara sabun lunak dan sabun keras? Sabun merupakan gliserida yang terbentuk akibat reaksi antara ester dan hidroksil dengan residu gliserol. Ketika gliserol ini bereaksi dengan asam-asam yang sifatnya jenuh, maka terbentuk lipida. Kali pertama sabun ditemukan oleh penduduk Mesir Kuno. Sedangkan proses pembuatan sabun oleh suku bangsa Jerman telah dicatat oleh Julius Caesar. Pemakaian sabun mulai meluas pada abad ke-18.

Pada awalnya, sabun dibuat menggunakan minyak sapi yang dilelehkan bersama abu kayu sehingga menyebabkan terjadinya hidrolis yang menimbulkan garam dan gliserol. Setelah sabun terbentuk ditambahkan sodium dari asam lemak supaya sabun tadi mengendap dan bisa dipisahkan melalui teknik penyaringan. Selanjutnya sabun yang masih kotor ini dimurnikan melalui proses pengendapan secara berulang-ulang, lalu ditambahkan zat aditif.

sabun-lunak-dan-keras.jpg

Berdasarkan karakteristiknya, sabun dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sabun lunak dan sabun keras. Sabun lunak biasa dipakai untuk mandi, sedangkan sabun keras umumnya digunakan untuk keperluan cuci-mencuci barang. Perbedaan utama antara sabun lunak serta sabun keras terdapat pada bahan bakunya. Sabun lunak dibuat dari reaksi antara lemak dengan kalium hidroksida (KOH). Berbeda dengan sabun keras yang dibuat dari reaksi lemak dan natrium hidroksida (NaOH).

Sementara itu, sabun dapat dibedakan menjadi delapan jenis menurut kegunaannya antara lain :

  1. Sabun Transparan

Disebut demikian karena sabun ini memiliki warna jernih, bening, dan tembus pandang serta cenderung mengandung kadar zat penyusun yang ringan. Sabun ini mudah larut dalam air dan sulit mengering.

  1. Sabun Kastil

Sabun ini dahulu kala hanya digunakan oleh para bangsawan yang menghuni kastil. Ada kandungan minyak zaitun yang terdapat di dalam sabun ini. Sabun kastil biasanya dipakai untuk merawat kulit.

  1. Sabun Deodoran

Penggunaan sabun ini lebih dikhususkan untuk menghilangkan bau tidak sedap di tubuh. Karena mempunyai sifat yang cukup keras, tidak dianjurkan memakainya untuk area wajah sebab bisa menimbulkan iritasi kulit.

  1. Sabun Jerawat

Sesuai namanya bahwa sabun ini lebih dikhususkan untuk mencegah timbulnya jerawat pada wajah dengan membunuh bakteri-bakteri penyebabnya. Sebaiknya imbangi pemakaian sabun ini dengan pelembab dan pembersih wajah.

  1. Sabun Kosmetik

Sabun ini kebanyakan dijual di toko kecantikan. Tidak hanya berfungsi sebagai pembersih, sabun ini juga telah ditambah dengan bahan-bahan lain seperti pemutih dan pencerah warna kulit.

  1. Sabun Gandum

Sabun ini dibuat dari gandum. Secara alami, gandum mempunyai sifat anti-iritasi sehingga lebih baik dari bahan sabun lainnya. Sabun ini memiliki kemampuan untuk menghaluskan kulit kering.

  1. Sabun Alami

Bahan baku untuk membuat sabun ini berasal dari bahan-bahan alami seperti minyak nabati, ekstrak bunga, dan ekstrak buah. Kadang-kadang ditambahkan pula vitamin untuk memperkaya khasiat yang dimilikinya.